Saling Berbagi Yuks......Masalah teratasi, hati menjadi lega

Senin, 18 Oktober 2010

Ungkapan sederhana untuk istri tercinta

~Dikutip dari hasil karya M. Fauzil Adzim~

Bila malam sudah beranjak mendapati Subuh, bangunlah sejenak. Lihatlah istri Anda yang sedang terbaring letih menemani bayi Anda. Tataplah
wajahnya yang masih dipenuhi oleh gurat-gurat kepenatan karena seharian ini badannya tak menemukan kesempatan untuk istirahat barang sekejap,Kalau saja tak ada air wudhu yang membasahi wajah itu setiap hari,barangkali sisa-sisa kecantikannya sudah tak ada lagi.
Sesudahnya, bayangkanlah tentang esok hari. Di saat Anda sudah bisa merasakan betapa segar udara pagi, Tubuh letih istri Anda barangkali belum benar benar menemukan kesegarannya. Sementara dia langsung dihadapkan oleh tugas2 yg sdh menunggunya, membereskan rumah,memikirkan makanan apa yg hrs dihidangkan hari ini atau bahkan bersiap untuk berangkat kerja sedangkan anak-anak sebentar lagi akan meminta perhatian bundanya, membisingkan telinganya dengan tangis serta membasahi pakaiannya dengan pipis tak habis-habis. Baruberganti pakaian, sudah dibasahi pipis lagi. Padahal tangan istri Andapula yang harus mencucinya.

Di saat seperti itu, apakah yang Anda pikirkan tentang dia? Masihkah Anda memimpikan tentang seorang yang akan senantiasa berbicara lembut kepada anak-anaknya seperti kisah dari negeri dongeng sementara di saat yang sama Anda menuntut dia untuk menjadi istri yang penuh perhatian, santun dalam bicara, tulus dalam memilih kata serta tulus dalam menjalani tugasnya sebagai istri, termasuk dalam menjalani apa yang sesungguhnya bukan kewajiban istri tetapi dianggap sebagai kewajibannya yaitu membantu mencari nafkah.
Sekali lagi, masihkah Anda sampai hati mendambakan tentang seorang perempuan yang sempurna, yang selalu berlaku halus dan lembut? Tentu saja saya tidak tengah mengajak Anda membiarkan istri kita membentak anak-anak dengan mata rnembelalak. Tidak. Saya hanya ingin mengajak Anda melihat bahwa tatkala tubuhnya amat letih, sementara kita tak pernah menyapa jiwanya, maka amat wajar kalau ia tidak sabar. Begitu pula manakala matanya yang mengantuk tak kunjung memperoleh kesempatan untuk tidur nyenyak sejenak, maka ketegangan emosinya akan menanjak. Disaatitulah jarinya yang lentik bisa tiba-tiba membuat anak kita rnenjerit karena cubitannva yanq bikin sakit.

Apa artinya? Benar, seorang istri shalihah memang tak bolehbermanja-manja secara kekanak-kanakan, apalagi sampai cengeng. Tetapi istri shalihah tetaplah manusia yang membutuhkan penerimaan. Ia juga butuh diakui dan dihargai meski tak pernah meminta kepada Anda. Sementara gejolak-gejolak jiwa yang memenuhi dada, butuh telinga yang mau mendengar. Kalau kegelisahan jiwanya tak pernah menemukan muaranya berupa kesediaan untuk mendengar, atau ia tak pernah Anda akui keberadaannya, maka jangan pernah menyalahkan siapa-siapa kecuali dirimu sendiri jika ia tiba-tiba meledak. Jangankan istri kita yang suaminya tidak terlalu istimewa, istri Nabi pun pernah mengalami situasi-situasi yang penuh ledakan, meski yang membuatnya meledak-ledak bukan karena Nabi Saw. tak mau mendengar melainkan semata karena dibakar api kecemburuan. Ketika itu, Nabi Saw. hanya diam menghadapi ‘Aisyah yang sedang cemburu seraya memintanya untuk mengganti mangkok yangdipecahkan.

Alhasil, ada yang harus kita benahi dalam jiwa kita. Ketika kita menginginkan ibu anak-anak kita selalu lembut dalam mengasuh, maka bukanhanya nasehat yang perlu kita berikan. Ada yang lain. Ada kehangatanyang perlu kita berikan agar hatinya tidak dingin, apalagi beku, dalammenghadapi anak-anak setiap hari. Ada juga perasaan aman dan dilindungi
dalam kelangsungan hidupnya dan anak-anaknya baik secara materi dan non
materi.

Ada penerimaan yang perlu kita tunjukkan agar anak-anak itu tetap menemukan bundanya sebagai tempat untuk memperoleh kedamaian, cinta dan kasih-sayang. Ada ketulusan yang harus kita usapkan kepada perasaan dan pikirannya, agar ia masih tetap memiliki energi untuk tersenyum kepada anak-anak kita. Sepenat apa pun ia.
Ada lagi yang lain: pengakuan dan penghargaan. Meski ia tidak pernah menuntut, tetapi mestikah kita menunggu sampai mukanya berkerut-kerut. Karenanya, marilah kita kembali ke bagian awal tulisan ini. Ketika perjalanan waktu telah melewati tengah malam, pandanglah istri Anda yang terbaring letih itu.lalu pikirkankah sejenak, tak adakah yang bisa kita lakukan sekedar Untuk menqucap terima kasih atau menyatakan sayang? Bisa dengan kata yang berbunga-bunga, bisa tanpa kata. Dan sungguh, lihatlah betapa banyak cara untuk menyatakannya. Tubuh yang letih itu, alangkah bersemangatnya jika di saat bangun nanti ada secangkir minuman hangat yang diseduh dengan dua sendok teh gula dan satu cangkir cinta.Sampaikan kepadanya ketika matanya telah terbuka, “Ada secangkir minuman hangat untuk istriku. Perlukah aku hantarkan untuk itu?”

Sulit melakukan ini? Ada cara lain yang bisa Anda lakukan. Mungkin sekedar membantunya menyiapkan sarapan pagi untuk anak-anak, mungkin juga dengan tindakan-tindakan lain, asal tak salah niat kita. Kalau kita terlibat dengan pekerjaan di dapur, rnemandikan anak, atau menyuapi si mungil sebelum mengantarkannya ke TK, itu bukan karena gender-friendly;tetapi semata karena mencari ridha Allah. Sebab selain niat ikhlas karena Allah, tak ada artinya apa yang kila lakukan. Kita tidak akan mendapati amal-amal kita saat berjumpa dengan Allah di yaumil-kiyamah.Alaakullihal, apa yang ingin Anda lakukan, terserah Anda. Yang jelas,ada pengakuan untuknya, baik lewat ucapan terima kasih atau tindakan yang menunjukkan bahwa dialah yang terkasih. Semoga dengan kerelaan kita untuk menyatakan terima-kasih, tak ada airmata duka yang menetes dari kedua kelopaknya. Semoga dengan kesediaan kita untuk membuka telinga baginya, tak ada lagi istri yang berlari menelungkupkan wajah di atas bantal karena merasa tak didengar. Dan semoga pula dengan perhatian yang kita berikan kepadanya, kelak istri kita akan berkata tentang kita sebagaimana Bunda ‘Aisyah radhiyallahu anha berucap tentang suaminya,Rasulullah Saw., “Ah, semua perilakunya menakjubkan bagiku.”

Sesudah engkau puas memandangi istrimu yang terbaring letih, sesudahengkau perhatikan gurat-gurat penat di wajahnya, maka biarkanlah ia sejenak untuk meneruskan istirahatnya. Hembusan udara dingin yang mungkin bisa mengusik tidurnya, tahanlah dengan sehelai selimut untuknya. Hamparkanlah ke tubuh istrimu dengan kasih-sayang dan cinta yang tak lekang oleh perubahan, Semoga engkau termasuk laki-laki yang mulia,sebab tidak memuliakan wanita kecuali laki-laki yang mulia.

Sesudahnya, kembalilah ke munajat dan tafakkurmu. Marilah kita ingat kembali ketika Rasulullah Saw. berpesan tentang istri kita. “Wahaimanusia, sesungguhnya istri kalian mempunyai hak atas kalian sebagaimana kalian mempunyai hak atas mereka. Ketahuilah,” kata Rasulullah Saw.melanjutkan, ‘kalian mengambil wanita itu sebagai amanah dari Allah, dankalian halalkan kehormatan mereka dengan kitab Allah. Takutlah kepada Allah dalam mengurus istri kalian. Aku wasiatkan atas kalian untuk selalu berbuat baik. “Kita telah mengambil istri kita sebagai amanah dari Allah. Kelak kita harus melaporkan kepada Allah Taala bagaimana kita menunaikan amanah dari-Nya, apakah kita mengabaikannya sehingga gurat-gurat an dengan cepatrnenggerogoti wajahnya, jauh lebih awal dari usia yang sebenarnya?Ataukah, kita sempat tercatat selalu berbuat baik untuk istri ? Saya tidak tahu. Sebagaimana saya juga tidak tahu apakah sebagai suami Saya sudah cukup baik. Jangan-jangan tidak ada sedikit pun kebaikan di mata istri.Saya hanya berharap istri saya benar-banar memaafkan kekurangan sayasebagai suami. Indahya, semoga ada kerelaan untuk menerima apa adanya.
Hanya inilah ungkapan sederhana yang kutuliskan untuknya.
Semoga Anda bisa menerima ungkapan yang lebih agung untuk istri Anda.

Sabtu, 16 Oktober 2010

Aku mencintaimu dengan hatiku dan segenap jiwaku

Kisah ini nyata, dialami seorang Direktur Fortis Asset Management yg sangat terkenal di kalangan Pasar Modal dan Investment, beliau sangat sukses dalam memajukan industri Reksadana di Indonesia.

Dilihat dari usia beliau yg sudah tidak muda lagi, usia yg sudah senja bahkan sudah mendekati malam, bapak Suyatno (58), kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yg sakit dan juga sudah tua. Mereka menikah sudah lebih dari 32 tahun. Pasangan suami istri ini dikaruniai 4 orang anak. Disinilah awal cobaan menerpa, setelah istrinya melahirkan anak ke 4, tiba-tiba kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan. Ini terjadi selama 2 tahun.
Menginjak tahun ke 3, seluruh tubuhnya menjadi lemah, bahkan terasa tidak bertulang, lidahnya pun sudah tidak bisa digerakkan lagi.
Setiap hari bapak Suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi dan mengangkat istrinya ke atas tempat tidur.
Sebelum berangkat kerja, dia letakkan istrinya di depan televisi supaya istrinya tidak merasa kesepian.
Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya tersenyum. Untunglah tempat usaha pak Suyatno tidak begitu jauh dari rumahnya sehingga siang hari dia selalu pulang untuk menyuapi istrinya makan siang. Sorenya, dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaiannya, dan selepas magrib dia menemani istrinya menonton televisi sambil menceritakan apa saja yang dia alami seharian.
Walaupun istrinya hanya bisa memandang namun tidak bisa menanggapi, pak Suyatno sudah cukup senang. Bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap hendak berangkat tidur.
Rutinitas ini dilakukan pak Suyatno kurang lebih selama 25 tahun, dengan sabar dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke 4 buah hati mereka. Sekarang anak-anak mereka sudah dewasa, tinggal si bungsu yang masih kuliah.
Pada suatu hari, ke 4 anak Suyatno berkumpul di rumah orang tuanya sembari menjenguk ibu mereka, karena setelah anak-anak mereka menikah tinggal dengan keluarga masing-masing, pak Suyatno memtuskan untuk merawat sendiri ibu mereka karena yg dia inginkan hanya satu : melihat semua anaknya berhasil!
Saat mereka sekeluarga tengah berkumpul, anak yg sulung berkata dengan kalimat yang sangat hati-hati : "pak, kami ingin sekali merawat ibu. Semenjak kami kecil, melihat bapak merawat ibu tidak ada sedikit pun keluhan keluar dari mulut bapak. Bahkan bapak tidak ijinkan kami merawat ibu".
Dengan air mata berlinang si sulung melanjutkan kata-katanya : " sudah yg ke empat kalinya kami mengijinkan agar bapak menikah lagi. Kami rasa ibu pun akan mengijinkannya. Kapan bapak bisa menikmati masa tua jika terus berkorban seperti ini? Kami sudah tidak tega melihat bapak, kami janji akan merawat ibu sebaik-baiknya secara bergantian!".
Pak Suyatno pun menjawab keinginan anak-anaknya dengan jawaban yang sama sekali tidak pernah diduga oleh anak-anaknya.
"Anak-anakku, jikalau perkawinan dan hidup di dunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah... tapi ketahuilah, dengan adanya ibu kalian di sampingku itu sudah lebih dari cukup! Dia telah melahirkan kalian..."
Sejenak kerongkongan pak Suyatno tercekat.
Kembali dia melanjutkan kata-katanya : "kalian yg selalu ku rindukan hadir di dunia ini dengan penuh cinta yg tidak satu pun dapat menghargainya dengan apa pun! coba kalian tanya pada ibumu apakah dia menginginkan keadaannya seperti ini? kalian menginginkan bapak bahagia? apakah batin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaannya sekarang? kalian menginginkan bapak yang masih diberi kesehatan oleh Allah, dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan ibumu yg masih sakit?"
Sejenak meledaklah tangis anak-anak pak Suyatno. Mereka pun melihat butiran-butiran kecil jatuh di pelupuk mata ibu Suyatno. Dengan pilu ibu Suyatno menatap mata suaminya yg sangat dicintainya itu.
Ketika akhirnya pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun televisi swasta menjadi narasumber, pembawa acara mengajukan pertanyaan  kepada pak Suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat istrinya yg sudah tidak bisa apa-apa.
Di saat itulah meledak tangis beliau, begitu pula para tamu yang hadir di studio yang kebanyakan kaum perempuan, pun tidak sanggup menahan haru.
Pak Suyatno pun melontarkan kata-kata yang paling bijak :
"Jika manusia di dunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi (waktu, tenaga, pikiran dan perhatian) adalah kesia-siaan. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat dia pun dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan batinnnya, bukan dengan mata... Dan dia juga memberi saya 4 orang anak yang lucu-lucu... sekararang dia sakit karena berkorban untuk cinta kami bersama... dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya? Sehat pun belum tentu saya mencari penggantinya, apalagi kala dia sakit..."

Alangkah indahnya jika semua pasangan suami istri bisa mencintai dengan tulus dan ikhlas, dikala suka maupun duka. Selalu berada disamping pasangan kita untuk memberikan dia kekuatan.

Kamis, 30 September 2010

Trik dan Tips Belajar Bisnis Online

Aku mengenal bisnis online setahun yang lalu dari tetanggaku tanpa aku sengaja.
Tadinya aku berfikir, apa mungkin aku yang gaptek dalam bidang IT bisa berhasil di bisnis ini?
Terus, apa memang iya bisa dijalankan 75% secara online tanpa mengganggu waktu kerjaku?
Aku kan dikantor cukup sibuk dengan kegiatan keluar kota dan rekrutment.....belum lagi hal-hal managerial jika ada di kantor....yah, tapi karena yang ngajak bisnis online tetanggaku dan cuma butuh modal 39.900 aku ikut saja lah.
Iseng-iseng berhadiah lah.....eh, ternyata sekarang aku sudah bisa mendapatkan penghasilan diatas 1,5 juta perbulan.


Tapi kan banyak yang menawarkan bisnis online saat ini? gimana ya cara memilih bisnis online yang tepat?
Nih, nita bagi/share pengalaman untuk memilih bisnis online yang tepat ya...
1. Pilih bisnis online yang memang sudah terbukti berhasil di bidangnya.
cari tahu dari internet seberapa bagus komentar-komentar tentang bisnis itu. Atau kalau memang punya teman atau sumber yang dapat dipercaya, tanyakan langsung pada mereka seberapa bagus bisnis itu. Salah satu bisnis online bagus yang sudah saya buktikan dari setahun yang lalu adalah dbc-network.
Nih, ada beberapa kesaksian dari teman-teman yang sudah berhasil dalam jangka waktu singkat asalkan mau mengerjakannya dengan fokus dan penuh komitmen.
2. Pilih bisnis yang tidak terlalu mengumbar mimpi tanpa kerja keras dan kerja smart
Banyak kan sekarang bisnis online yang bilang tanpa perlu kerja keras bisa jadi kaya raya?
Ngak semudah itu kali, kalau jadi kaya bisa dengan jalan mudah begitu udah pasti banyak orang kaya di dunia ini. Bermimpi itu wajib loh....asal dibarengi dengan langkah nyata untuk mewujudkannya.
so, jangan mudah ketipu ya.....
3. Menawarkan bisnis online tapi ngak ngasih alatnya.
Harus ada dong alat yang diberikan kepada kita agar kita bisa online. Nah, ada satu bisnis online nih yang ngasih alat begini. Namanya dbc-network. Dbc-Network ini sudah menyediakan kita alat yang canggih yaitu web replika.
Kita diberikan web replika yang bisa kita jadikan alat promosi secara online. bisa di cek disini ya. tinggal klik aja
4. Kita diberikan ilmu yang tiada habisnya. Bisnis online yang baik akan selalu memberikan update ilmu buat seluruh membernya. Bayangkan ya kalau kita harus cari itu ilmu sendiri, berapa banyak waktu yang dihabiskan dan berapa banyak uang yang harus kita keluarkan.
Nah, disini kita hanya dituntut untuk mau menyediakan waktu untuk belajar bisnis secara online. Jangan beralasan tidak ada waktu untuk belajar karena pada hakekatnya seumur hidup kita yang kita lakukan adalah belajar dan belajar. Dengan belajar, kita akan selalu mengupgrade diri kita untuk tidak dilindas jaman.
Salah satu pendiri web ini yang sekarang sudah jadi jutawan masih berusia muda loh.  Namanya mbak nadia.
Kita bisa simak apa saja yang dilakukannya untuk bisa berhasil seperti sekarang.

Sepertinya 4 tips di atas sudah cukup ya untuk kita mulai belajar bisnis online. Soalnya nanti kalau kebanyakan malah susah untuk mengingatnya dan kita malah ngak jadi belajarnya.
Oke deh, sekarang tinggal waktunya bagi kita untuk mempraktekkannya.
Selamat mencoba dan searching di dunia maya dengan menghasilkan uang.
Sambil bersenang-senang kita bisa mempunyai tambahan penghasilan.

Sabtu, 25 September 2010

Karena Aku Sayang Mereka


by Silpi Widia on Friday, September 24, 2010 at 10:15pm
Tulisan ini kupersembahkan sebagai hadiah istimewa untuk kakakku atas kelulusannya pada hari ini.

Syahdu, yaaah begitulah rasanya. Hujan yang turun sejak siang tadi pun memainkan musik alam yang menyatu dalam simfoni kesyukuran. Tangis yang pecah di tiga tempat menyatu dalam riak-riak hujan yang membelai lembut dedaunan.
Lampu-lampu kota yang temaram menambah indahnya pemandangan malam yang kunikmati di atas sepeda motor kesayanganku.

Duduk di belakang, tersembunyi di balik pundak kakakku yang hangat, aku mulai memainkan laguku sendiri. Alunannya lirih namun tetap terdengar di sela derasnya hujan.

Lagu mampu memainkan musik sejuta nada. Lagu memiliki sihir pada masing-masing orang. Begitu pula bagiku, dan sihir itu bertahan, menari-nari dalam hati, telinga, dan otakku.

Aku bahagia, sungguh! Aku bahagia atas kelulusan kakakku. Allah sungguh baik karena selalu memberikan apa yang kupinta pada-Nya. Meski demikian, ada sesuatu yang lain yang terbersit dalam hatiku. Sesuatu yang hitam dan menggumpal, sebongkah rasa hampa yang bergerak-gerak gelisah di sudut hatiku.

Dia bukan sosok yang asing dalam hatiku. Hanya saja, bongkahan gelisah itu tak pernah menggangguku seperti saat ini sebelumnya. Biasanya ia hanya mengintip malu-malu dari balik sekat-sekat labirin dalam hatiku untuk kemudian kembali bersembunyi dalam kegelapan. Aku tak pernah menyangka bahwa selama ini ia tengah mencari jalan keluar. Dan kini, ia menemukannya.

Sebuah kalimat yang diutarakan kakakku padaku berfungsi seperti mantra bagi bongkahan rasa hampa dalam hatiku. Mantra yang mampu membongkar segel gaib yang selama ini melindungi labirin hatiku untuk kemudian memberi bongkahan itu jalan keluar menuju kebebasan. Mau tau apa mantranya? Hanya sebuah kalimat sederhana...
"Ayah menangis ketika mendengar kakak lulus..."
Sebuah kalimat sederhana yang mampu menohok hatiku dan menguras air mataku. Ada rasa malu dan was-was yang melingkupi benakku.
Ya Allah...hamba juga ingin lulus dan melihat senyum kebahagiaan tersungging di bibir kedua orang tuaku dengan dihiasi mata yang berbinar-binar karena haru. Ingin sekali aku memberikan hadiah kelulusan pada dua orang yang sungguh luar biasa dalam hidupku.

Ayahku adalah seorang pensiuan yang membaktikan seluruh hidupnya untuk memberikan penghidupan dan pendidikan yang layak bagi anak-anaknya. Bagi ayah, kami harus bisa menjadi orang sukses, lebih dari apa yang telah ayah capai dan peroleh selama hidupnya. Bukan untuk diri ayah, tapi untuk kami dan masa depan kami--anak-anaknya.

Sementara Ibu adalah sosok luar biasa yang selalu melindungi kami dan memberi rasa nyaman pada kami. Hanya dengan sebuah pelukan dari ibu, semua beban yang ada di pundak kami terangkat. Sungguh sosok yang luar biasa.

Ayah dan ibu adalah sosok sederhana yang punya cinta dan kasih sayang yang luar biasa. Ayah hanya seorang lulusan SMA, sementara ibu hanya tamat SMP. Ayah sudah pensiun sejak aku SD karena sakit-sakitan. Tapi lihat, sosok luar biasa itu mampu menyekolahkan kami--5 anak-anak beliau, hingga perguruan tinggi dengan keringatnya sendiri tanpa bantuan siapa pun. Ayah selalu mengajari kami untuk senantiasa berjuang dalam hidup. Ayahku yang bahkan enggan membeli baju baru dan lebih memilih mengenakan pakaian lamanya yang sudah lusuh dengan sandal bututnya karena beliau ingin menyimpan uangnya untuk membiayai kami sekolah. Beliau ingin memastikan bahwa kami semua mendapatkan kesempatan yang sama untuk meraih pendidikan, yakni hingga perguruan tinggi. Ayah bahkan rela menggunakan angkutan umum (angkot) ketimbang taksi  selepas cuci darah hanya karena ingin menyisihkan uang dan waktunya untuk berhenti sebentar di mini market dan membelikan es krim bagi kami anak-anaknya tanpa menghiraukan betapa lemahnya badannya saat itu.

Dan Allah yang senantiasa memeluk mimpi-mimpi ayah, mengabulkan do'a dan kerja keras ayahku. Kami berlima mampu bersekolah hingga perguruan tinggi. Dan kini satu anak beliau telah lulus lagi. Empat sudah anak ayah dan ibu yang sudah lulus dan menyandang gelar sarjana. Abangku yang pertama adalah lulusan ilmu manajemen UNISBA. kakakku yang kedua lulusan psikologi UI. Abangku yang ketika lulusan HI UGM. Dan kakakku yang keempat lulusan Biologi ITB.

Lihat! Sebesar apa senyuman ayahku. Tapi tetap saja senyuman itu belum sepenuhnya sempurna. Karena aku, anak terakhir dalam keluargaku, yang selalu dicap sebagai "anak kesayangan ayah" nyatanya belum memberikan hadiah kelulusan pada ayahku. Dan aku merasa bersalah, baik pada ayah, ibu, maupun kakak-kakakku.

Ibuku yang penyayang dan perhatian tahu bahwa ada sesuatu yang tak beres pada diriku. Seringkali aku mendapati ibu menatapku dengan cemas dan kemudian menanyaiku, "Ada apa, nak?". Ibuku yang lugu nyatanya mampu berperan layaknya seorang psikolog handal di hadapanku. Ibu yang selalu memeluk dan menciumku untuk menenangkanku. Tanpa ibu, aku seperti burung yang patah sayapnya. Ibu adalah kekuatanku. Tapi aku tak mampu menjelaskan pada ibu apa yang meresahkanku karena sebenarnya tanpa bertanya pun ibuku yang luar biasa itu selalu tahu apa yang tengah kurasakan.

Aku malu ya Allah...malu dan takut..sekaligus merasa ditinggalkan. Aku takut jika aku tak mempunyai cukup waktu untuk mewujudkan impian ibu dan ayah. Bagaimana jika sebelum aku lulus Allah telah memanggil ibu atau ayahku, rasanya berat membayangkan aku diwisuda tanpa kehadiran salah satu dari dua orang yang sangat berjasa dalam hidupku (aku tak bisa membayangkan jika keduanya tak ada). Dan bagaimana jika waktuku di dunia habis lebih dahulu dibandingkan kelulusanku? meninggalkan impian orang tuaku berakhir sebagai angan-angan kosong...

Ya Allah..bantu hamba untuk berjuang meraih kelulusan. Berikan hamba kekuatan dan waktu yang cukup untuk meraihnya. Tuntun hamba dengan cahaya-Mu, lindungi hamba dengan kasih sayang-Mu. Jadikanlah skripsi hamba berguna bagi banyak orang. Amiin ya Robbal alamiin...

*teman..ayo berjuang meraih kelulusan kita. wujudkan harapan orang-orang yang kita cintai karena kita tak punya jaminan apa-apa soal waktu yang kita miliki di dunia ini. GANBAREEEE!!!!SMANGKAAAAA!!!




-cimahi yang basah, 24 september 2010, catatan mahasiswi yang tengah berjuang menyelesaikan skripsi-

Senin, 20 September 2010

Say Yes to dbc-Network and Oriflame

Ih, tulisan nita kali ini kok kesannya promosi banget ya?
Mentang-mentang jadi membernya dbc-Network dan Oriflame ya?
Sebenarnya ngak juga kok. Ini semua karena saya sudah merasakan suka dukanya di bisnis ini.
Mau tahu ngak kenapa Nita say Yes untuk dua organisasi di atas?

Nih, beberapa alasannya :
1. Yang Paling Utama adalah alhamdulillah sampai sejauh ini (dan insyaallah seterusnya sampai nanti) dbc-Network dan Oriflame itu jujur loh.
Selalu menepati janji yang mereka ucapkan kepada kita.
Jadi, ini sesuai dengan prinsip yang nita pegang.
Kejujuran di atas segalanya. Karena kalau bisnis udah ngak  jujur, jangan harap akan ada keberkahan di dalamnya.
Dan jangan harap orang akan berduyun-duyun mendatanginya.
2.  Biaya pendaftarannya murah banget hanya Rp. 39.900 dan modal usahanya terjangkau.
Biaya pendaftarannya hanya Rp. 39.900 loh....itu di bulan biasa. Kalau lagi ada promo, biaya pendaftaran bisa kurang dari itu. bahkan tak jarang kita hanya daftar dengan biaya kurang dari Rp.10.000. Artinya kita kan cuma perlu menyisihkan uang untuk sekali makan siang....pasti semua orang bisa lah...bahkan anak sekolah sekalipun....
Iya, tapi itu kan cuma biaya pendaftarnnya aja....Modal usaha untuk belanjanya kan gede...soalnya kan rutin setiap bulan?????????? Ngak bakalan sanggup ah.....
Ntar dulu ya teman-teman yang baik. Ngak mungkin ada di dunia ini usaha yang dimulai tanpa modal. Minimal kita harus punya kemampuan, tempat, dan barang.....Nah, untuk semua itu, sisihkanlah di awal RP. 500.000. 
Untuk apa sih uang sebesar itu? Nih, nita kasih tahu....Uang itu untuk kita putar untuk bisa belanja dan tupo 75 bp setiap bulannya. Banyak cara kita memutar uang itu....bisa dengan mengalihkan belanja bulanan kita...so, harus bayar ke dompet usaha kita itu ya.....atau bisa kita pergunakan ketika ada teman yang pesan barang ke kita (jangan lupa ya...modalnya nanti balikin lagi. Keuntungannya boleh lah dipake untuk jajan anak, dll). Kalau nita sih sebagian keuntungan penjualan nita sisihkan untuk menambah modal awal sehingga nita bisa menambah persenjataan nita jualan seperti beli katalog yang banyak setiap bulannya, tupo sampai 150 bp dan dapat keuntungan penjualan lebih banyak lagi, beli web domain, fotocopy, bayar biaya langganan internet, dll.....
pokoknya dari 500.000 dapat banyak loh....dan cuma dalam waktu 3 bulan tuh uang sebenarnya udah balik modal (dari keuntungan belanja doang...he..he..he..)
3.  Dapat web replika gratis (bisa jadi alat promosi untuk jualan)
Tanpa perlu pintar bikin web udah dapat web replika gratis..asyik kan....
jadi, dari awal join dengan dbcn udah langsung bisa promosiin diri nita dan bisnis yang nita ikuti.
Ngak perlu nunggu waktu bertahun-tahun atau berbulan-bulan untuk buat alat supaya bisa promosi.
mhmmmmm....asyik banget ya....cuma bayar 39.900...selain di sini dimana lagi bisa dapat yang kayak gini
4. Dapat banyak ilmu pengetahuan (ngak cuma tentang oriflame, tapi juga tentang intenet marketing, cara bernegosiasi, cara menulis, dll...banyak bannget ilmunya yang ngak bisa disebut satu persatu).
Dapat ilmu tuh sebenarnya harus bayar mahal loh...coba deh lihat berapa yang harus dibayar oleh para orangtua untuk menyekolahkan anaknya. Ini, kita dapat ilmu yang beraneka ragam hanya dengan biaya di atas...Dan ilmunya ngak putus-putus loh.  Karena bukan cuma dari pengurus dbcn atau oriflame aja, tapi dari seluruh member yang ada di dbc-Network. Asyik banget kan....jujur, sebenarnya mau ilmu apapun ada, asal ngak malu bertanya....
5. Dapat teman yang banyak dan banyak juga barokahnya.....
Disini kita bisa mendapatkan teman yang banyak dari sabang sampai merauke. Kadang bahkan kita belum pernah bertatap muka langsung dengan teman kita tapi udah curhat-curhatan di Ym.  Udah saling berbagi ilmu dan saling membantu dalam kesulitan. Ngak cuma tentang bisnis dbc dan oriflame aja loh. Bahkan ada yang curhat tentang kehidupan pribadinya, kesulitannya di kantor, masalahnya di rumah tangga, dll. Asyik kan kalau kita bisa bantu teman atau orang lain untuk keluar dari masalahnya (Insyaalllah kan kita dapat pahala ya...). Atau pas kita lagi kesulitan pun kita dibantu oleh yang lain untuk mencari jalan keluarnya. Ngak jarang loh yang mendapatkan sahabat atau solmatenya di sini. So, ngak pernah merugi loh orang yang mempunyai banyak teman.
6. Dapat hadiah-hadiah menarik dari dbc-Network dan Oriflame
Hadiahnya beda-beda loh setiap bulannya. Tergantung promo di bulan itu.  Ada hadiah Wellcome Program (untuk yang baru gabung...sampai 3 bulan ke depan...Wp1, wp2, wp3). Ada hadiah karena merekrut/menjadi sponsor. Ada hadiah karena tutp point atau BC. Dan berbagai hadiah menarik lainnya. Setiap bulan penuh dengan kejutan program diskon dan hadiah loh.....(ini buat jangka pendek ya...)
7. Dapat penghasilan yang tidak terbatas..Dan kenaikan Gaji yang kita tentukan sendiri
Kalau kita kerja sebagai karyawan, penghasilan kita pasti ada batas nominalnya. Tergantung sama pendidikan, penampilan, keterampilan dan negosiasi awal kita dengan perusahaan. Kalau di sini, gaji kita bisa sampai tidak terbatas....tergantung hasil usaha yang kita lakukan. Dan kita sendiri yang menentukan gaji kita. Tidak memandang latar belakang pendidikan, penampilan kita menarik atau tidak....Yang penting adalah pencapaian kita dan group kita sudah sampai mana...Jadi semuanya sudah terpampang dan aturannya jelas, tinggal bagaimana kita mau mencapainya saja. Untuk pencapaian dan kerja keras yang sama, hasilnya akan sama juga. Tapi kalau kita malas dan tidak mau kerja keras dan mencapai hasil maksimal, ya kita ngak akan dapat apa-apa....Dan ngak ada tuh orang yang ngak kerja akan dapat banyak karena punya downline yang kerjanya bagus....tidak akan, karena aturannya di sini sangat adil.Dia yang kerja keras, dia yang akan memetik hasilnya...
8. Dapat mencapai impian kita......
Kita akan dapat mencapai impian kita disini ...apapun itu. Contoh, impianku ingin berarti buat banyak orang...so, rekrut yang banyak. Ajari mereka memperbaiki hidup dan berhasil sukses...so, kamu menjadi berarti buat banyak orang. Atau bantu kesulitan mereka dengan membantu mencarikan jalan keluar yang profesional atau dengan menjadi teman mereka disaat kesulitan....Asyik kan...
Ingin punya impian naikk haji atau punya rumah mewah...yo pasti bisa asal usaha dan kerja keras serta mengikuti metode dan cara yang sudah diterapkan oleh upline yang sudah terlebih dahulu berhasil di bisnis ini....so simpel....tapi bukan berarti mudah dan tanpa tantangan loh...orang kita lahir ke dunia aja harus lewat usaha dulu kok..menemukan jalan lahir...baru brojol...he..he...he..
Atau punya impian tinggal di rumah aja ngasuh anak tanpa harus terikat jam kantor...Ini mah sangat bisa. Nita sudah buktikan ini......Bisa ngerjain ini bisnis sambil masak, sambil gendong si kecil atau ngajarin kakak di rumah....
Nih, gambar kebersamaan daku bersama suami dan anak-anakku tercinta.....


Kayaknya itu dulu deh manfaat yang kita dapat dengan gabung di dbc-Network dan Oriflame.(yang nita ingat loh).....Nanti kalau ada lagi yang terbersit di kepalaku ketika menjaga si kecil atau pas lagi ngajarin abang, ya aku tambahkan deh disini......
So, kalau mau gabung udah tahu kan musti kemana?
Klik aja link di bawah ini ;
www.dBCNDare2Dream.com/?id=kireikutekawaidesu

Sabtu, 18 September 2010

Belajar Motivasi dari Seorang Gadis Tuna Netra

 Siang ini aku mendapatkan pelajaran dari seorang gadis tuna netra yang tidak aku kenal. Aku melihatnya di acara pencarian bakat di salah satu tv swasta. Gadis itu berusia 20 tahunan. Sekilas dari penampilannya terlihat biasa saja dengan menggunakan jilbabnya. Tak ada yang istimewa. Bahkan kita jauh lebih beruntung dari dia karena kita bisa melihat indahnya dunia ini. Sementara dia tidak dapat melihat betapa beragam dan semaraknya dunia ini dengan berbagai bunga dan warna-warni di seluruh penjurunya.

Namun yang membedakan dia dari orang kebanyakan adalah keberaniannya mengikuti ajang pencarian bakat berskala nasional. Ketika awal aku melihatnya aku berfikir, apakah kepercayaan dirinya didukung oleh kemampuannya? Terbersit rasa penasaran di hatiku. Karena kan tidak sedikit orang yang punya percaya diri tinggi tapi tidak disertai dengan kemampuan dan keahlian yang tinggi juga. Aku menunggu dengan rasa tak sabar dan penasaran apa yang akan ditampilkan oleh gadis itu. Pertama naik panggung, para juri menanyakan namanya dan apa yang akan dipersembahkannya di panggung itu? Dia menjawab namanya dan akan menampilka atraksi panggung bermain gitar dan bernyanyi.

Aku semakin penasaran, bagaimana caranya akan memainkan gitar itu. Karena ibunya menaruh gitar itu dipangkuannya seperti kecapi (gitarnya ditelentangkan di pangkuannya). Tak lama kemudian dia memainkan gitar tersebut dengan uniknya. Suara gitar itu bergema ditingkahi suara gadis itu yang merdu menyanyikan sebuah lagu. O, ternyata dia memang bisa bermain gitar sekaligus menyanyi dengan bagus. Bulu kudukku merinding melihat kemampuannya bermain gitar dan bernyanyi. Ada setetes bening air mata yang mengalir di sudut mataku. Aku terharu melihatnya. Subhanallah. Talentanya memang besar. Tapi yang pasti perjuangan dan pengorbanannya untuk bisa bermain gitar dan bernyanyi seperti itu pasti membutuhkan usaha yang sangat besar dan semangat yang tak pernah padam.

Selesai dia menunjukkan kebolehannya, juri bertanya sejak umur berapa dia belajar main gitar. Karena kita yang punya angota tubuh lengkap saja belum tentu bisa bermain gitar dengan baik. Butuh bakat khusus pastinya. Aku aja ngak bisa-bisa tuh belajar main gitar. Hanya tahu beberapa kunci saja. Begitu disuruh menyanyikan lagu dan menggabungkan beberapa kunci jadinya kurang harmoni...he.he..he..Pastilah gadis ini belajar dengan susah payah dan butuh keteguhan mental yang kuat. Benar, ternyata dia belajar main gitar sejak usia 1 tahun. Kebayang kan sudah berapa lama dia mempelajarinya. Dan kebayang juga ngak bagaimana caranya dia harus menemukan cara supaya bisa tahu itu kunci G, D, atau lain-lainnya. Kebayang juga kan bagaimana dia harus menggabungkan kunci-kunci itu menjadi sebuah lagu.Sungguh bukan pekerjaan yang mudah. Karena dia harus mengandalkan pendengaran dan rasa musikalitasnya yang tinggi.

Buat teman-teman yang sedang merasa putus asa, sedih, merasa paling malang, merasa lagi drop semangatnya, ingatlah akan gadis tuna netra di cerita ini. Cepatlah kembali raih semangatmu untuk menggapai semua yang sedang kamu kerjakan, yang sedang kamu usahakan. Jangan pernah menyerah. Kita dibekali begitu banyak kelebihan oleh Allah,  manfaatkanlah. Kalau kita gagal dalam berusaha, coba dan cobalah lagi. Jangan pernah menyerah. Karena tak ada kata menyerah untuk seorang pemenang sejati. Tidak ada yang kita tidak bisa lakukan di dunia ini. Yang ada hanyalah kita belum tahu caranya (ini mengambil kata-kata mantan bos di kantorku). Jadi, temukan caranya. Jangan terpaku hanya dengan satu atau dua cara, cari cara-cara baru yang mungkin berbeda dari orang lain. Jangan ragu untuk mencoba. Lebih baik seribu kali gagal daripada hanya diam ditempat tanpa melakukan apapun. Karena yakinlah setelah kita mencoba satu atau seribu usaha, kita tidak akan pernah sama dengan orang yang hanya diam saja. Karena kita sudah bergerak dan berpindah lebih maju lagi. Hanya waktu yang akan membuktikan semuanya. Mungkin sekarang hasilnya belum sesuai dengan harapan kita, tapi yakinlah kalau kita terus berusaha dan mencoba tanpa mengenal lelah suatu saat hasil itu akan datang pada kita. Dan kita akan tersenyum karenanya.

Salam sukses untuk semua teman-teman yang tidak pernah berhenti berjuang dalam hidup.


http://www.dbcn-menebusimpian.com/?id=kireikutekawaidesu

Jumat, 17 September 2010

Setiap pagi aku bangun rasanya malas sekali tetapi mau tidak mau harus tetap kubuka mata ini untuk segera berangkat ke kantor, ku lihat putraku rasanya berat sekali meninggalkannya dirumah walaupun dia dijaga oleh mamaku. Aku sangat bersyukur diberikan mama yang sangat baik oleh Tuhan, walaupun jujur aku sering mengecewakan beliau tetapi dia tetap menyayangiku. mamaku selalu menjaga anakku bila aku bekerja.
Jujur aku sebenarnya sudah terlalu lelah bekerja apalagi dengan suasana kantor yang kadang kurang mendukung, Capek sekali rasanya, bukan hanya badan tapi juga hati dan perasaan. Tetapi mau tidak mau aku harus tetap bekerja untuk anakku, apalagi suamiku belum mempunyai pekerjaan yang tetap, jadi perekonomian kami aku yang tanggung semuanya. Jadi kalau aku berhenti kerja anakku mau makan apa? Aku juga tidak enak numpang terus sama orang tuaku walaupun beliau tidak merasa keberatan.  Tapi aku tetap merasa tidak enak. Aku ingin keluar dari kesulitan ekonomi yang sekarang aku alami.
Sudah hampir setahun belakangan ini aku bergabung di bisnis online.  Jujur itu sangat membantu aku dalam keuangan, tetapi belum sepenuhnya karena sampai sekarang aku belum bisa merekrut satu orangpun untuk menjadi downlineku. Upline sudah membantuku dengan memberikanku downline-downline.  Tapi aku tidak tahu mengapa begitu aku hubungi mereka, mereka tidak menjawab.  Aku coba buat iklan gratis di berbagai situs pemasangan iklan gratis tapi juga tidak ada hasil. Jujur aku bingung sekali.
walaupun begitu aku tetap bersyukur mempunyai upline-upline yang tangguh dan  baik hati.  Mereka tetap mendukungku juga membantuku dalam bisnis  ini.
sampai sekarang aku tetap berusaha membangun jaringanku untuk mendapatkan keuntungan yang lebih lagi demi anakku.

Abang tidak mau bunda meninggal

Kemarin malam putri bungsuku rewel sekali, sampai jam 12 malam dia belum juga tidur. Entahlah kenapa. Mungkin ada yang dirasakannya. Mungkin badannya pegal-pegal karena kebanyakan di gendong. Yah, putri bungsuku umurnya baru 41 hari. Badan ini rasanya sudah capai sekali. Letih yang tiada terkira. Dibawa duduk salah, digendong salah, disusui salah, dinyanyikan pun salah. Paling-paling hanya diam 5 menit terus nangis lagi.

Malam itu, abangnya pun belum tidur juga. Mungkin karena tadi siang sudah tidur cukup lama dan bangunnya sudah menjelang maghrib. Ariel namanya. Dia ikut menemani aku sambil sesekali menghibur dan mengajak adiknya bicara. "Kenapa esha? Kok belum tidur juga? Cup, cup, cup sayang. Bobo dong dek, kan bundanya capek." Hatiku terhibur juga mendengar ocehannya yang pintar dan lucu itu. Kadang-kadang dia berkata, "Adek kok nangis terus sih? Sakit perut ya? Mungkin adiknya buang air besar (bilangnya sih be__k)   bun. " Ada-ada saja yang dicelotehinya.

Abang memang termasuk anak yang cepat bicara dan mudah memahami sesuatu. Dari umur 5 bulanan dia sudah bisa bilang ayah. Ketika di umur satu tahun dimana sudah banyak kata yang dia bisa pun, dia bicara dengan jelas dan tidak cadel. Anak sulungku ini memang cepat dalam menangkap bahasa dan pemahaman akan suatu peristiwa. Mau  lihat photonya abang ketika diwisuda pas lulus TK? nih, aku kasih lihat ya....sekarang sih umurnya udah 6 tahun dan dia sudah duduk di kelas 2 SD.


Saat itu abang tidak selalu duduk atau ataupun jalan-jalan menemaniku meninabobokan adiknya. Dia terkadang tidur-tiduran sambilmenghadap ke tembok. Pada suatu saat dimana aku mengiranya sudah tertidur, tiba-tiba kudengar suara isak tangisnya. 'Abang kenapa nak? Kok nangis?" Abang kemudian melihat padaku dan menjawab : " Bun, abang ngak mau bunda meninggal. Abang sedih kalau bunda meninggal. Gimana nanti Abang, Aura dan adek Esha?"
"Kok abang tiba-tiba ngomong begitu sih nak? Tiba-tiba ngomong soal meninggal? Memangnya ada apa nak?"
" Iya, abang ngak mau bunda meninggal kayak uci (panggilan untuk nenek dalam bahasa minang). Abang kan sedih. Abang ngak kebayang aja kalau bunda meninggal. Abang pengennya bunda ada terus untuk nemenin Abang, Aura dan adek Esha. Abang sayang sama bunda"
"Semua orang memang harus meninggal nak. Sudah lah, abang bobok aja dulu ya sayang. Baca do'a dulu sebelum tidur. Insyaallah ngak akan apa-apa. Mudah-mudahan bunda masih disini kok. Lagian kan ada ayah."

Nyes, ada suatu rasa senang, bingung, haru, dan takut di dalam hatiku. Senang karena ternyata anakku yang sulung teramat sangat menyayangiku dan takut kehilangan diriku. Senang juga karena dia faham artinya meninggal (pergi dan tidak kembali lagi....ini versi dia loh. Dia sudah melihat ucinya meninggal dan dimakamkan). Bingung karena aku harus bisa menjelaskan dengan lebih baik lagi tentang "mati" kepada anakku yang masih berusia 6 tahun. Dan bahwa semua orang harus mengalaminya. Namun aku mau dia tidak takut dengan kematian dan bisa menjadikan moment ini untuk mengajaknya menjadi anak yang lebih taat agama. Haru karena aku tahu bahwa walaupun dia masih 6 tahun tapi sepertinya fikirannya sudah jauh di atas itu. Dia tidak hanya memikirkan dirinya sendiri, tapi juga kedua adiknya. Takut karena aku sendiri berkaca pada diriku, sebenarnya apa yang sudah aku persiapkan jika malaikat maut menjemputku.

Akhirnya, tadi sore sambil memandikan Esha aku ceritakan hal ini kepada ayahnya. Aku sharing dengan ayahnya agar kami dapat bersama-sama menjelaskan tentang "mati" kepada Abang dan Uni Aura. Setelah kami berbincang-bincang, kami putuskan nanti pada saat kami kumpul kami akan menjelaskannya kepada anak-anak.

Sehabis sholat maghrib berjamaah, aku dan ayahnya serta anak-anak kumpul di kamar disamping si kecil yang sedang tertidur lelap. Aku bertanya pada Abang, "Bang, kenapa kemarin nanya mengenai bunda meninggal? Memangnya abang sedih kalau bunda meninggal? Kalau ayah yang meninggal gimana perasaan abang?" Pertanyaan pancingan itu sengaja aku lontarkan. Aku ingin tahu cara berfikirnya abang. Dia menjawab, " Abang sedih lah kalau ayah meninggal. Bunda sama ayah ngak boleh meninggal. Semuanya keluarga abang ngak ada yang boleh meninggal."

Aku bilang padanya : " Bang, semua orang pasti akan meninggal. Ngak ada yang akan hidup selamanya. Seperti uci contohnya." Ayahnya kemudian menyambung," Iya nak. semua yang bernyawa pasti mati. ayahnya bahkan menyebut bahasa arabnya (tapi aku rada-rada  lupa euy.... nanti ditulis takut salah)." Kemudian ayahnya bilang, " Makanya kita harus mempersiapkan diri untuk menyambut datangnya malaikat maut supaya nanti kita bisa kumpul di surga. Jadi abang ngak boleh takut ya."
"Yang penting abang sholat lima waktu ya yah."
"Ngak cuma sholat nak. Harus nurut sama orang tua, rajin membaca Al-Qur'an. Sayang sama adik. Dan mau menolong orang yang lagi kesusahan."

"Biar kita masuk surga ya yah? Nanti kalau di surga gimana abang bisa kenalin ayah ama bunda? kata ayah kan semua orang yang masuk surga jadi muda lagi." (ayahnya memang pernah menjelaskan tentang surga dan neraka).
Akhirnya ayahnya menjelaskan lagi mengenai surga dan neraka. Mengapa orang yang masuk surga tidak ada yang orang tua dan anak-anak. (tapi ngak disini ngebahasnya ya...bisa ngak selesai-selesai ini tulisan. Nanti kita bahas di topik yang berbeda. udah jam 11 lebih nih. Takut Esha keburu bangun).

Itulah pengalamanku kemarin. Sayang kan kalau ngak di bagi di sini. Anak-anak itu polos loh, tapi pertanyaan yang mereka ajukan bisa sangat kompleks dan kita harus selalu siap menjawabnya. Fikiran mereka itu kadang sulit diduga. Terkadang kita tidak menyangka mereka bisa bertanya sejauh itu. So, sebagai orang tua kita harus selalu mempersiapkan diri untuk berbagi ilmu dan pengalaman dengan mereka dengan bahasa mereka. Sayang kan usia keemasannya kalau kita sia-siakan begitu saja sementara mereka bisa menangkap sangat banyak informasi dan pengetahuan.

Satu lagi, anak-anak dapat menjadi sahabat kita untuk mengingatkan kita akan banyak hal. Seperti curhatku hari ini, abang sudah mengingatkanku untuk selalu ingat akan kematian karena dia pasti akan datang dan kita tidak tahu kapan dia menjemput. So, persiapkan bekalnya dari sekarang.



http://www.dbcn-kerjadirumah.com/?id=kireikutekawaidesu

Kamis, 16 September 2010

Hidayah di Hari Lebaran

Pagi itu di atas meja komputer di kamar adikku di rumah ayah, sambil menggendong dan meninabobokan bayi kecilku, aku melihat sebuah majalah Annida. Majalah terbitan 8 tahun lalu, tapi sampul dan judul cerpennya masih membuatku terusik untuk membacanya. Apalagi rasanya sudah lama sekali aku tidak membaca cerpen-cerpen rohani. Sejak aku memulai karir di ibukota Jakarta, waktuku untuk membaca cerita-cerita rohani, pergi ke pengajian atau ikut halaqah dan diskusi islami semakin berkurang dan mulai terkikis dengan kesibukan kantor. Tidak langsung terasa sih, tapi porsinya mulai berkurang, hingga perlahan-lahan ada kegiatan-kegiatan yang tadinya masih bisa kuikuti bersama teman-teman akhwat akhirnya kulakukan di rumah sendiri. Kemudian, kebiasaan baik itu pun mulai terlupakan seiring dengan kesibukan dan karir yang mulai menanjak. Perasaan bersalah yang tadinya muncul, akhirnya hilang diterabas kesibukan dan karir yang kian cemerlang. Di dalam hati mulai membenarkan diri sendiri dengan berkata,"Kan kerja juga ibadah. Apalagi niatnya untuk dapat membiayai hidup sendiri dan membantu keluarga. Yang penting aku tidak melakukan sesuatu yang bertentangan dengan agama. Masih jujur, tidak mencuri, tidak menjahati orang lain, tidak menjilat atasan, dll."
Semakin hari hati menjadi semakin kosong karena biasanya ada hafalan surat pendek yang harus diulang, ada target ngaji yang harus dikejar dalam satu hari, ada sholat sunah yang musti dilakukan. Tapi sekarang semuanya mulai terlupakan. Akhirnya yang dilakukan hanyalah menjalankan kewajiban yang lima waktu. Hafalan surat pendek tak lagi bertambah, mengaji mulai menjadi target mingguan bahkan bulanan, sholat sunah kalau lagi ada waktu dan tidak buru-buru aja. Hati ini semakin kosong rasanya. Hal ini berlanjut sampai bertahun-tahun lamanya.. Hingga hari itu tiba dan aku membaca satu cerpen bagus yang menyentil dan menjewerku sedemikian rupa. cerita tentang seorang gadis manis yang penuh dengan kesibukan organisasi islamnya, menjadi ketua pengajian, keputrian, dll. Namun ada kebaikan-kebaikan yang selama ini sudah dijalankan menjadi terabaikan. Dia hanya bisa mengingatkan orang lain namun ibadahnya menjadi kendur. Dia bagaikan lilin yang menerangi oranng lain tapi membakar dirinya sendiri. Sejak saat itu, aku bertekad dalam hati untuk menjadi orang yang lebih sabar menghadapi hidup, memulai dan melakukan semua tugas sebagai istri dan ibu untuk ketiga anakku hanya karena Allah. Ingin mulai kembali mengaji secara rutin dan berkesinambungan, kembali melakukan sholat malam dan menambah pengetahuan dan ilmuku tentang islam sehingga apapun yang kulakukan bernilai ibadah dan mendapat ridho-Nya karena sesuai dengaan tuntunan-Nya. Kulakukan semua ini karena aku tidak mau hidupku ini hanya menjadi sebuah kesia-siaan dan berkubang dengan kemudharatan. Aku takut jika nanti sudah waktuku menghadapnya, lidahku kelu tak bisa menyebut nama-Nya. Dan aku takut nanti di yaumil Akhir aku diberikan buku catatan hidupku di dunia dari sebelah kiri.
Untuk mewujudkan impian dan cita-citaku memperbaiki diri, aku mulai dari satu langkah nyata. Aku memutuskan untuk berhenti bekerja di kantorku dan meninggalkan jabatan Manager HRD yang selama ini aku pegang. Aku memutuskan untuk memfokuskan perhatian pada ketiga anak-anakku yang diamanahi oleh Allah. Sehingga aku bisa mendidik mereka dengan maksimal dan mengajarkan nilai-nilai islam dari sejak dini. Karena kelak kalau mereka menjadi hamba-hamba-Nya yang sholeh dan sholehah, aku dapat menghadap Ilahi dengan tersenyum. Aku yakin, dengan keluarnya aku dari pekerjaan kantor, sudah banyak pekerjaan rumah yang menungguku dan tak akan pernah usai. Sesungguhnya pekerjaan yang paling mulia untuk seorang wanita adalah menjadi ibu dan istri seutuhnya. Kalaupun aku harus bekerja dan membantu suamiku mencari nafkah, akan aku lakukan dari rumah saja agar aku tetap bisa maksimal memperhatikan perkembangan anak-anakku.
Tak terasa, indahnya cerpen yang kubaca dan serunya diskusi dengan adikku di Bandung, telah membuahkan hasil yang besar. Satu langkah awal yang insyaallah akan membawa langkahku lebih ringan untuk kembali mengisi hati dan hari-hariku dengan ridho dan hidayah-Nya sehingga aku berharap kelak bisa tersenyum pada saatnya aku menghadap kekasih sejatiku. Ya Allah, mudahkanlah langkahku mencari keridhoan-Mu. Kuatkan dan sabarkanlah aku dalam menghadapi godaan dunia sehingga hamba bisa mendapatkan hidayah-Mu untuk mencium dan memasuki surga-Mu. Mudah-mudahan kekosongan hati ini segera berganti menjadi keindahan dan keceriaan yang dapat membuat hamba lebih berarti bagi orang lain dan menjadi hamba-Mu yang taat ya Allah.


Parung, 16 September 2010

Ingin kerja dari rumah dan tetap dapat menambah pemasukan rumah tangga? Disini jawabannya!