Blog ini adalah tempat atau media bagi teman-teman untuk mencurahkan semua isi hati dan pengalaman hidup selama ini, baik pengalaman pribadi maupun pengalaman orang lain sehingga kita bersama bisa mengambil pelajaran darinya. Tempat ini juga tempat curhat bagi teman-teman yang ingin mendapatkan bantuan mencari solusi dari permasalahan yang dihadapi. Kami akan membantu sesuai kemampuan kami untuk mencarikan jalan keluar buat teman-teman.
Saling Berbagi Yuks......Masalah teratasi, hati menjadi lega
Minggu, 22 Januari 2012
Sukses itu Enak Mak.....
Ya iyalah Nita. Semua orang juga tahu kok kalau sukses itu enak. Makanya banyak yang memimpikan meraih sukses dalam hidupnya. Tapi tidak semua orang yang bermimpi mampu mewujudkan impiannya. Apakah karena dia hanya berani bermimpi namun tidak berani melangkah. Atau dia mau melangkah, tapi begitu melihat di depannya ada batu dan jalannya berkelok-kelok dia langsung mundur teratur. Atau ada juga yang belum melangkah, tapi mendapat gambaran bahwa jalan menuju sukses itu harus melewati lembah, gunung, berjalan di sisi jurang, maka dia memilih untuk mengubur impiannya itu. Pastinya dengan sejuta alasan yang dibuat masuk akal. Apakah dengan alasan ngak punya modal, ngak ada waktu atau ngak punya kemampuan yang mendukung ke arah sana. Padahal mah belum berusaha maksimal tuh. Sayang ya...
Aku mau berbagi cerita sukses Uplineku, Motivatorku, Emak Evi Dewi Ranti. Yang sekarang bertitel Diamond Director yang sudah mendapatkan mobil CRV gratis dan sedang mengejar posisi Executive Diamond Director dan mobil BMW...he..he..he.. semoga lancar jaya ya mak ke posisi yang dituju.
Teman-teman tahu ngak, beliau itu sekarang lagi ada di Brazil sedang menghadiri Diamond Conference bersama suaminya tercinta karena beliau dapat 2 ticket gratis. Asyiknya bisa berhoneymoon gratis dibayarin Oriflame. Ke negara Eksotis tanpa mengeluarkan biaya sepeserpun karena ticket, penginapan, makan, plus jalan-jalannya ditanggung Oriflame. Asyik kan....Apalagi di sini beliau mendapatkan Prestasi dan di Recognisi di panggung sebagai Fastest Growing Leader ke 8 Se Asia dan Second Activity Old Sales Force 2011 di Asia juga. Kueren banget kan prestasinya emakku ini (eh tepatnya sih eyang uyut uplineku...he..he..he..). Padahal beliau tuh join d'BCN nya belum genap 3 tahun loh.
Jangan bayangin mbak Evi sebagai orang yang supel, ramah-tamah, pintar ngomong ama jago jualan loh. Awal ketemu beliau di salah satu training tentang wordpress dari Dini Shanti, aku mempunyai kesan bahwa beliau itu orangnya to the point, tegas, tanpa basa-basi kayak salah satu iklan rokok dan jauh dari sosok humoris atau hangat (maaf ya mak, tapi emang itulah first impressionku padamu...he..he..he.). Pokoknya mah bukan orang yang tadinya aku fikir bisa jadi teman dekat untuk hahahehe. Tapi aku salah. Sekarang malah dia jdi salah satu upline yang paling enak buat dicurhatin karena kejujuran dan ketegasannya. Selama training pun aku sering curi-curi pandang ke beliau yang datang berdua ama suaminya. Bahkan suaminya terkesan lebih hangat. Tapi itulah kekuatan beliau. Caranya yang luga dalam menjawab pertanyaan2 downlinenya. Penjelasan beliau yang lugas ke kita tanpa basa-basi yang membuat kita kadang tertampar dan harus mikir. Saran-saran beliau yang apa adanya, menguliti kekurangan kita tanpa ingin menjatuhkan mental yang membuat kita jadi tahu dan mau memperbaiki diri. Bahkan beliau itu dulu ketika pertama kali naik panggung yang mengharuskannya memberi kesaksian dan cerita keberhasilannya sampai di suatu posisi (waktu acara oom di Daan Mogot) menunjukkan bahwa beliau bukanlah orang yang senang tampil di depan umum. Tapi berkat fasilitas dan system super canggih dari d'BCN, si emak bisa berhasil dengan cepat mencapai posisi ini. Mau tahu kenapa? Karena mak epih ini jagoan menulis. Dia maksimalkan potensinya disini. Dan dia orang yang punya tekad sangat kuat untuk berhasil dan pantang menyerah. follow upnya dalam bentuk email itu sangat mengena. apa adanya. lugas dan tegas membeberkan bisnis ini dari sisi keuntungan dan hambatan yang mungkin ditemui.
Didikan beliau yang keras tapi sangat menyentuh ke leader2nya membuat leader2nya menjadi sangat mandiri. karena mak epih tuh bukan tipical emak yang mau memanjakan dl2nya. Beliau keras, tegas namun sekaligus lembut seperti seorang emak yang penuh kedisiplinan mendidik anaknya untuk menjadi orang yang mandiri dan tegar. Kalau sekarang mah mak epih udah jauh berubah. Udah pintar banget deh ngomongnya, udah lebih terlihat ramah dan lembut, namun ketegasan itu tetaplah millik beliau.
oya, beliau itu orang yang selalu haus ilmu dan haus menularkan ilmu. Apapun ilmu yang beliau punya pasti akan di share dengan kita dl2nya. Kerja keras beliau udah ngak diragukan lagi deh. Makanya dia bisa sampai di posisi ini.
Buat teman-teman yang mau seperti mak epih, merubah kekurangan menjadi kelebihan yang bisa membawanya ke zona nyaman seperti sekarang ini maka berteman dekatlah dengan perubahan. Gali potensi dirimu, cari tahu dimana kekuatanmu yang bisa membuatmu berbeda dengan orang lain dan yang bisa membawamu berhasil. Dan dari awal, mak epih tuh punya kesadaran tinggi tentang bisnis ini. Dia selalu bilang kepada kami. Tupo (tutup point) itu adalah kewajiban kita, jadi jangan pernah malas atau cari-cari alasan untuk ngak bisa tupo. Rekrut itu juga adalah nafasnya bisnis ini, maka jangan juga cari-cari alasan untuk ngak bisa rekrut. Kalau memang kita menyadari dan faham bisnis ini dengan seutuhnya, maka kita akan tunaikan kewajiban kita dengan sungguh-sungguh dan pastinya dong cari dl terus karena tanpa itu berarti bisnis akan mati (ngak bisa nafas sih bisnisnya). Nah, satu kuncinya. Jangan pernah mengeluh dengan semua kerikil dan batu besar yang kita temui di jalan. Cari jalan keluarnya. Pindahkan batu itu dan bersihkan kerikilnya. Kalau tidak sanggup menganggkat batu penghalang itu sendirian, lakukan bersama tim.
Mak, terimakasih atas semua wejangan, motivasi dan tindakan nyatamu. Pencapaian-pencapaianmu membuat aku dan teman-teman lain selalu terbakar untuk bisa menjadi lebih baik dari hari ke hari. Untuk bisa berguna dan membantu orang-orang di sekeliling kami juga merasakan kesuksesan yang sama seperti dirimu.
Mak epih yang karena perjuangannya membantu orang lain untuk sukses di bisnis ini, akhirnya mendulang begitu banyak prestasi. dan karena prestasinya, beliau mendapatkan banyak hadiah. Jalan-jalan gratis ke Hongkong, kemudian lanjut ke Stockholm. Udah mengantongi ticket pula tahun depan ke India. Wah, pokoknya mah jalan2 gratis terus. Belum lagi pundi2 uangnya yang terus bertambah. Berapa mak sekarang? 30 Jutaan perbulan? Mungkin udah lebih ya mak?
Semua bukan dilakukan dengan sekejap mata. Bukan pula dengan menjentikkan jari, tapi dengan perjuangan. Itulah sebabnya terasa manis menikmati buah perjuangan itu.
Mak, tunggu kami menyusulmu ke zona nyaman yang sama. Support kami terus dan bakar terus kami dengan cerita dan motivasimu. Ingatkan dan tegur kami ketika jalan kami mulai melenceng dengan ketegasanmu. Dan rangkul kami ketika kami terpuruk dengan senyuman dan kelembutanmu sebagai ibu.
Go Diamond
Nita Pandria Nainggolan
Jumat, 20 Januari 2012
Jatuh Bangun Aku Mengejarmu
Wah, Judulnya kok kayak lagu dangdut ya??????
Hehehehehe....tapi memang itulah kenyataannya. Aku harus jatuh bangun untuk bisa sampai di posisi ini.
Posisi Independent Director di Oriflame. Perjuangan yang tidak bisa dibilang cepat, namun juga bukan waktu yang terlalu panjang jika dijalani dengan senang, antusias, riang dan ya ang pastinya bergairah. Kok bergairah sih Nit? Ya iyalah, gimana ngak bergairah ngerjain bisnis ini. Wong setiap harinya aku bisa menjalin tali silaturrahmi dengan teman-teman yang udah lama ngak bertemu atau bertegur sapa, ketemu teman-teman baru atau bahkan ngobrol dengan ibunya teman anakku disekolah yang punya segudang impian yang berbeda-beda yang harus aku bantu wujudkan. Senang dan antusias karena dengan bisnis inilah aku bisa keluar daari zona nyaman menjadi karyawan dan bisa lebih mengeluarkan sisi lain kemampuanku yang selama ini terpendam dan kurang begitu diapresiasi.
Gini loh cerita Jatuh Bangunnya Aku Mengejar level Director.
Pertama kali aku join di bisnis ini dimulai dari keisengan dan niat baikku untuk menolong sahabatku sekaligus tetanggaku. Join di sini sih ngak muluk2,karena waktu itu aku masih kerja di perusahaan swasta Jepang sebagai Manager HRD. Aku masih menikmati kerjaanku, walau sudah mulai capek pergi subuh pulang malam. Capek juga dengan berbagai intrik politik kantor yang tidak selamanya bersih. Dan memang pada dasarnya aku ngak suka politik-politikan. Capek juga ngadepin orang-orang yang tidak semuanya sevisi dengan kita. O ya, alasan lainnya adalah karena bisnis ini bisa dijalankan secara online maupun offline. Makanya aku milih joinnya bareng d'BCN. Kan aku masih terikat sebagai karyawan yang masih sering melakukan perjalanan dinas luar kota. Belum lagi pekerjaan kantor yang menumpuk. Manalah mungkin kalau harus nyambi bisnis yang betul-betul harus dijalankan secara offline dimana kita dituntut untuk aktif ke pertemuan-pertemuan offline.Yah, dari keisengan itulah perjalanan ini dimulai. Hanya dengan 39.900 rupiah, akhirnya sekarang bisa dapat uang berkisar 4-5 juta rupiah sebulan. dan Insyaallah bulan depan dapat cashback : 7 juta.
Walaupun dimulai dengan niat yang tidak terlalu tepat, tapi aku bukanlah orang yang setengah-setengah dalam bekerja atau melakoni sesuatu. Bisnis ini aku tekuni dengan sungguh-sungguh. Hanya saja keterbatasan waktuku lah yang menyebabkan aku ngak bisa total 100% dalam menjalankannya.Padahal aku sudah melakukannya dengan segenap kemampuanku. Pagi aku datang lebih cepat ke kantor untuk mengintip bisnisku. Istirahat siang, aku makan di kantor (bawa bekal dari rumah, selain lebih sehat juga waktunya bisa dipakai online), pulang kantor sambil menunggu dijemput suami aku pun bisa online lagi. Dari hasil ketekunanku itu, setahun kemudian aku naik level menjadi Senior Manager. Ada 2 berkat yang aku dapat di tahun 2010 itu, melahirkan anak ke-3 ku dan menjadi Senior Manager.
Jadi, teman-teman bisa bayangkan ya. Aku tuh harus membagi waktu bisnis, pekerjaan, keluarga dan anak-anak plus pula sedang berbadan dua (hamil). Tapi itu semua tidak aku jadikan alasan untuk bersantai-santai. Malah memacuku untuk secepatnya menjadi Senior Manager. Karena aku sudah bosan jadi karyawan yang tidak bisa 100% mengapresiasikan kemampuan dan keinginanku. Dan begitu tahu aku hamil, aku memasang target untuk bisa jadi SM paling lama pas bayiku lahir. Kerena jika anak ketigaku lahir, aku ngak mau lagi meninggalkannya di rumah dan aku kembali menjadi karyawan yang banyak menghabiskan waktuku di luar rumah. Jadi, aku tidak pernah mengenal capek dan bosan untuk meraih impianku itu. Apalagi aku memang senang berhubugan dengan orang lain. Aku juga senang berjualan. Jadi, untuk tupo (tutup point) pun aku ngak mengalami kesulitan. Banyak pesanan yang selalu datang. rezeki anakku juga kali ya. hehehehhe...
Akhirnya, di bulan Oktober tahun 2010 aku resmi menjadi Senior Manager.
Sebenarnya aku menjadi Senior Manager karena terbantu oleh pointt downlineku yang maju pesat. Point groupnya dengan pointku tidak terpaut jauh. Sementara kaki2ku yang lain bergeraknya jauh ketinggalan dari beliau. Padahal aku punya 7 kaki langsung. Aku sudah memperkirakan, kalau begini terus aku akan kesundul (tidak masuk kulaifikasi SM). Namun aku sudah bertekad untuk keluar dari zona nyamanku sebagai karyawan. Jadi, walaupun groupku belum terlalu baik, aku tetap nekad keluar dari pekerjaanku. Semua karena dorongan penuh dari suamiku dan anak2ku. Suamiku berkata : "Bunda, 9 tahun kamu menjadi karyawan yang baik. Selalu bekerja 200% untuk perusahaan. Namun apa yang kamu dapatkan tidak sebanding dengan usahamu. Kasihan juga dengan anak-anak yang tidak bisa sepenuhnya ada dalam pengawasanmu. Sudahlah, tinggalkan pekerjaanmu sebagai karyawan. Ayah yakin, rezeki di bumi Allah ini sangat luas. Asal kamu sungguh-sungguh, ayah rasa justru di bisnis ini kamu akan berkembang karena kamu bisa full membantu orang lain untuk sama2 meraih impiannya. Anak-anakku pun sepenuhnya mendukung bundanya untuk ada di rumah. So, Oktober 2010 aku resmi keluar dari kantorku dan memilih berkarir sebagai konsultan sambil terus berjuang dan berusaha mengembangkan bisnisku.
Begitulah, di 3 katalog berikutnya aku masih memenuhi kualifikasi SM. Aku masih terus menjalani bisnis ini sambil menjadi konsultan. Aku sudah tidak tiap hari ke kantor. jadwal ngantorku berubah jadi 3 kali seminggu. Namun sebagai konsultan SDM, walaupun secara fisik ada di rumah namun kerjaan ada terus yang harus dilakukan. Apalagi kalau sudah mengejar laporan untuk klien. Tak ada waktu untuk mengerjakanz bisnis Oriflameku karena waktunya harus aku bagi dengan keluargaku. ,Alhamdulillah, senang sekali memasuki dunia baru. Merawat bayiku, menjadi konsultan SDM dan menjalankan bisnis Oriflameku. Membagi waktunya harus super canggih, karena 2 anakku yang lainnya pun masih kecil2. baru berusia6 dan 4 tahun. Harus sangat pintar-pintar bagi waktu. Karena keteteran dengan semua pekerjaan dan peranku itu, aku tidak fokus 100% di bisnis Oriflame. Prioritasku dulu masih lebih ke arah konsultan SDMnya. Selain karena memang aku sangat suka dunia SDM, gaji dan bonus projectnya pun sangatlah memuaskan. Apalangi di awal gabung dengan Konsultan, aku masih harus menyesuaikan diri dengan tim dan ritme kerja yang bisa tiba-tiba melonjak. Aku juga harus meyesuaikan diri dengan jadwal bayiku dan anak-anak yang minta perhatian lebih sekarang. Mulailah di bulan ke 4, ketika dlku yang pesat itu menjadi Senior Manager, aku mulai tidak masuk kualifikasi SM.
Senangnya ada di dunia konsultan SDM, aku selalu bertemu dengan orang-orang baru yang artinya punya teman baru. Dari sini aku belajar ilmu marketing yang lebih baik. Belajar melakukan deal bisnis dan memenuhi jadwal kerja yang sudah disepakati. Alhamdulillah dari kantor baruku aku dapat fasilitas laptop dan BB yang membuatku bisa bekerja dengan lebih lancar (baik untuk konsultan SDMnya .maupun bisnis Oriflamenya). Senangnya lagi, bosku di kantor juga tahu aku menjalankan oriflame.Dan dia tidak melarangku, selama aku tidak melalaikan tugasku sebagai konsultan. aku mulai mencari pelanggan baru lagi untuk membeli produk-produk oriflameku. Aku juga bersyukur karena ikut menjadi konsultan SDM lah aku mulai mendapatkan 'darah-darah segar.' Istilah kami untuk downline-downline baru. Senang sekali rasanya.
Mau tahu ngak aku dapat darah segarnya dari mana? Selain dari iklan online, chatting fb dan ym, aku juga melihat peluang lain. Aku sekarang harus naik kereta ke kantor baruku. Walaupun cuma 3 kali seminggu, namun itu aku gunakan dengan maksimal. Aku ketemu salah satu leaderku sekarang di kereta api tanah abang-Depok. Tepatnya di stasiun Tanah abang. kebetulan tujuan kami sama-sama ke sudirman. aku mulai menjalin pertemanan dengannya. dan kemudian mengajaknya bergabung dengan Oriflame dan d'BCN. Sekarang dia sudah menjadi salah satu managerku. Senangnya lagi, aku ngak cuma rekrut kalau lagi di kereta, di angkot pun aku suka ngobrol dengan orang2 baru. Kadang ada yang mandang sebelah mata sama aku. Buatku tidak masalah, yang penting yang aku lakukan itu halal.
Perlahan-lahan, dengan ketekunan dan konsistensiku menjalani semuanya akhirnyapoint personal groupku mulai membaik. Aku pun lebih sering melakukan pertemuan offline dengan leader2 dan downline2ku. Semua memungkinkan karena aku punya lebih banyak waktu luang dibanding ketika menjadi karyawan. Anak-anak pun kelihatan senang. Bahkan mereka sekarang selalu dengan bangga bilang kalau bundanya kerja di Oriflame. Akhirnya, pada bulan September 2011 aku kembali meraih kualifikasi SMku. Perjalanan panjang yang sangat mengasyikkan karena mengajarkanku banyak hal. Perjuangan, Kerja keras, Berfikir dan bertindak smart, kesabaran, ketekunan, kegigihan, kepasrahan, konsistensi, dan keihlasan. Sebagai manusia kita harus berjuang mati-matian, tapi biarkan Allah Swt yang menentukan hasilnya. karena semua akan indah pada waktunya.
Pada bulan oktober 2011, aku harus meninggalkan konsultan SDM yang sudah memberiku banyak hal karena urusan keluarga. Namun ini juga menjadi titik balikku untuk benar2 bisa 100% fokus ke bisnis ini dan membantu teman2 di groupku bisa meraih sukses bersama. Karena aku ingin membantu mereka menjadi SM di katalog 13 tahun 2011 kemarin lah aku bisa mulus ke pencapaianku sekarang. Level Director Oriflame. Tergetku Gagal. Aku tidak bisa membawa teman-teman di personal groupku ke Seminar Director di Bali. Namun, semangat dan kebersamaan tim sudah terikat dengan baik di sini. Satu kakiku berada di level manager 18% dan satunya lagi di level manager 12%. Perjalanan yang tidak mudah, namun sangat bermakna.
Sampai di level ini bukan berarti perjuanganku dan tim selesai. Aku masih harus berjuang agar teman-temanku yang lain bisa mengikuti jejakku, mencapai posisi Senior Manager, Director, dan level yang lebih tinggi lagi. Kami harus tetap berpegangan tangan untuk meraih impian kami ke depannya.
Perjalanan masih panjang bung. Jadi, tetaplah berjuang dan mencari orang-orang yang punya impian dan visi yang sama denganmu untuk menjadi orang yang lebih baik dan berguna untuk orang banyak.
Go Diamond,
Salam Sukses Selalu
Hehehehehe....tapi memang itulah kenyataannya. Aku harus jatuh bangun untuk bisa sampai di posisi ini.
Posisi Independent Director di Oriflame. Perjuangan yang tidak bisa dibilang cepat, namun juga bukan waktu yang terlalu panjang jika dijalani dengan senang, antusias, riang dan ya ang pastinya bergairah. Kok bergairah sih Nit? Ya iyalah, gimana ngak bergairah ngerjain bisnis ini. Wong setiap harinya aku bisa menjalin tali silaturrahmi dengan teman-teman yang udah lama ngak bertemu atau bertegur sapa, ketemu teman-teman baru atau bahkan ngobrol dengan ibunya teman anakku disekolah yang punya segudang impian yang berbeda-beda yang harus aku bantu wujudkan. Senang dan antusias karena dengan bisnis inilah aku bisa keluar daari zona nyaman menjadi karyawan dan bisa lebih mengeluarkan sisi lain kemampuanku yang selama ini terpendam dan kurang begitu diapresiasi.
Gini loh cerita Jatuh Bangunnya Aku Mengejar level Director.
Pertama kali aku join di bisnis ini dimulai dari keisengan dan niat baikku untuk menolong sahabatku sekaligus tetanggaku. Join di sini sih ngak muluk2,karena waktu itu aku masih kerja di perusahaan swasta Jepang sebagai Manager HRD. Aku masih menikmati kerjaanku, walau sudah mulai capek pergi subuh pulang malam. Capek juga dengan berbagai intrik politik kantor yang tidak selamanya bersih. Dan memang pada dasarnya aku ngak suka politik-politikan. Capek juga ngadepin orang-orang yang tidak semuanya sevisi dengan kita. O ya, alasan lainnya adalah karena bisnis ini bisa dijalankan secara online maupun offline. Makanya aku milih joinnya bareng d'BCN. Kan aku masih terikat sebagai karyawan yang masih sering melakukan perjalanan dinas luar kota. Belum lagi pekerjaan kantor yang menumpuk. Manalah mungkin kalau harus nyambi bisnis yang betul-betul harus dijalankan secara offline dimana kita dituntut untuk aktif ke pertemuan-pertemuan offline.Yah, dari keisengan itulah perjalanan ini dimulai. Hanya dengan 39.900 rupiah, akhirnya sekarang bisa dapat uang berkisar 4-5 juta rupiah sebulan. dan Insyaallah bulan depan dapat cashback : 7 juta.
Walaupun dimulai dengan niat yang tidak terlalu tepat, tapi aku bukanlah orang yang setengah-setengah dalam bekerja atau melakoni sesuatu. Bisnis ini aku tekuni dengan sungguh-sungguh. Hanya saja keterbatasan waktuku lah yang menyebabkan aku ngak bisa total 100% dalam menjalankannya.Padahal aku sudah melakukannya dengan segenap kemampuanku. Pagi aku datang lebih cepat ke kantor untuk mengintip bisnisku. Istirahat siang, aku makan di kantor (bawa bekal dari rumah, selain lebih sehat juga waktunya bisa dipakai online), pulang kantor sambil menunggu dijemput suami aku pun bisa online lagi. Dari hasil ketekunanku itu, setahun kemudian aku naik level menjadi Senior Manager. Ada 2 berkat yang aku dapat di tahun 2010 itu, melahirkan anak ke-3 ku dan menjadi Senior Manager.
Jadi, teman-teman bisa bayangkan ya. Aku tuh harus membagi waktu bisnis, pekerjaan, keluarga dan anak-anak plus pula sedang berbadan dua (hamil). Tapi itu semua tidak aku jadikan alasan untuk bersantai-santai. Malah memacuku untuk secepatnya menjadi Senior Manager. Karena aku sudah bosan jadi karyawan yang tidak bisa 100% mengapresiasikan kemampuan dan keinginanku. Dan begitu tahu aku hamil, aku memasang target untuk bisa jadi SM paling lama pas bayiku lahir. Kerena jika anak ketigaku lahir, aku ngak mau lagi meninggalkannya di rumah dan aku kembali menjadi karyawan yang banyak menghabiskan waktuku di luar rumah. Jadi, aku tidak pernah mengenal capek dan bosan untuk meraih impianku itu. Apalagi aku memang senang berhubugan dengan orang lain. Aku juga senang berjualan. Jadi, untuk tupo (tutup point) pun aku ngak mengalami kesulitan. Banyak pesanan yang selalu datang. rezeki anakku juga kali ya. hehehehhe...
Akhirnya, di bulan Oktober tahun 2010 aku resmi menjadi Senior Manager.
Sebenarnya aku menjadi Senior Manager karena terbantu oleh pointt downlineku yang maju pesat. Point groupnya dengan pointku tidak terpaut jauh. Sementara kaki2ku yang lain bergeraknya jauh ketinggalan dari beliau. Padahal aku punya 7 kaki langsung. Aku sudah memperkirakan, kalau begini terus aku akan kesundul (tidak masuk kulaifikasi SM). Namun aku sudah bertekad untuk keluar dari zona nyamanku sebagai karyawan. Jadi, walaupun groupku belum terlalu baik, aku tetap nekad keluar dari pekerjaanku. Semua karena dorongan penuh dari suamiku dan anak2ku. Suamiku berkata : "Bunda, 9 tahun kamu menjadi karyawan yang baik. Selalu bekerja 200% untuk perusahaan. Namun apa yang kamu dapatkan tidak sebanding dengan usahamu. Kasihan juga dengan anak-anak yang tidak bisa sepenuhnya ada dalam pengawasanmu. Sudahlah, tinggalkan pekerjaanmu sebagai karyawan. Ayah yakin, rezeki di bumi Allah ini sangat luas. Asal kamu sungguh-sungguh, ayah rasa justru di bisnis ini kamu akan berkembang karena kamu bisa full membantu orang lain untuk sama2 meraih impiannya. Anak-anakku pun sepenuhnya mendukung bundanya untuk ada di rumah. So, Oktober 2010 aku resmi keluar dari kantorku dan memilih berkarir sebagai konsultan sambil terus berjuang dan berusaha mengembangkan bisnisku.
Begitulah, di 3 katalog berikutnya aku masih memenuhi kualifikasi SM. Aku masih terus menjalani bisnis ini sambil menjadi konsultan. Aku sudah tidak tiap hari ke kantor. jadwal ngantorku berubah jadi 3 kali seminggu. Namun sebagai konsultan SDM, walaupun secara fisik ada di rumah namun kerjaan ada terus yang harus dilakukan. Apalagi kalau sudah mengejar laporan untuk klien. Tak ada waktu untuk mengerjakanz bisnis Oriflameku karena waktunya harus aku bagi dengan keluargaku. ,Alhamdulillah, senang sekali memasuki dunia baru. Merawat bayiku, menjadi konsultan SDM dan menjalankan bisnis Oriflameku. Membagi waktunya harus super canggih, karena 2 anakku yang lainnya pun masih kecil2. baru berusia6 dan 4 tahun. Harus sangat pintar-pintar bagi waktu. Karena keteteran dengan semua pekerjaan dan peranku itu, aku tidak fokus 100% di bisnis Oriflame. Prioritasku dulu masih lebih ke arah konsultan SDMnya. Selain karena memang aku sangat suka dunia SDM, gaji dan bonus projectnya pun sangatlah memuaskan. Apalangi di awal gabung dengan Konsultan, aku masih harus menyesuaikan diri dengan tim dan ritme kerja yang bisa tiba-tiba melonjak. Aku juga harus meyesuaikan diri dengan jadwal bayiku dan anak-anak yang minta perhatian lebih sekarang. Mulailah di bulan ke 4, ketika dlku yang pesat itu menjadi Senior Manager, aku mulai tidak masuk kualifikasi SM.
Senangnya ada di dunia konsultan SDM, aku selalu bertemu dengan orang-orang baru yang artinya punya teman baru. Dari sini aku belajar ilmu marketing yang lebih baik. Belajar melakukan deal bisnis dan memenuhi jadwal kerja yang sudah disepakati. Alhamdulillah dari kantor baruku aku dapat fasilitas laptop dan BB yang membuatku bisa bekerja dengan lebih lancar (baik untuk konsultan SDMnya .maupun bisnis Oriflamenya). Senangnya lagi, bosku di kantor juga tahu aku menjalankan oriflame.Dan dia tidak melarangku, selama aku tidak melalaikan tugasku sebagai konsultan. aku mulai mencari pelanggan baru lagi untuk membeli produk-produk oriflameku. Aku juga bersyukur karena ikut menjadi konsultan SDM lah aku mulai mendapatkan 'darah-darah segar.' Istilah kami untuk downline-downline baru. Senang sekali rasanya.
Mau tahu ngak aku dapat darah segarnya dari mana? Selain dari iklan online, chatting fb dan ym, aku juga melihat peluang lain. Aku sekarang harus naik kereta ke kantor baruku. Walaupun cuma 3 kali seminggu, namun itu aku gunakan dengan maksimal. Aku ketemu salah satu leaderku sekarang di kereta api tanah abang-Depok. Tepatnya di stasiun Tanah abang. kebetulan tujuan kami sama-sama ke sudirman. aku mulai menjalin pertemanan dengannya. dan kemudian mengajaknya bergabung dengan Oriflame dan d'BCN. Sekarang dia sudah menjadi salah satu managerku. Senangnya lagi, aku ngak cuma rekrut kalau lagi di kereta, di angkot pun aku suka ngobrol dengan orang2 baru. Kadang ada yang mandang sebelah mata sama aku. Buatku tidak masalah, yang penting yang aku lakukan itu halal.
Perlahan-lahan, dengan ketekunan dan konsistensiku menjalani semuanya akhirnyapoint personal groupku mulai membaik. Aku pun lebih sering melakukan pertemuan offline dengan leader2 dan downline2ku. Semua memungkinkan karena aku punya lebih banyak waktu luang dibanding ketika menjadi karyawan. Anak-anak pun kelihatan senang. Bahkan mereka sekarang selalu dengan bangga bilang kalau bundanya kerja di Oriflame. Akhirnya, pada bulan September 2011 aku kembali meraih kualifikasi SMku. Perjalanan panjang yang sangat mengasyikkan karena mengajarkanku banyak hal. Perjuangan, Kerja keras, Berfikir dan bertindak smart, kesabaran, ketekunan, kegigihan, kepasrahan, konsistensi, dan keihlasan. Sebagai manusia kita harus berjuang mati-matian, tapi biarkan Allah Swt yang menentukan hasilnya. karena semua akan indah pada waktunya.
Pada bulan oktober 2011, aku harus meninggalkan konsultan SDM yang sudah memberiku banyak hal karena urusan keluarga. Namun ini juga menjadi titik balikku untuk benar2 bisa 100% fokus ke bisnis ini dan membantu teman2 di groupku bisa meraih sukses bersama. Karena aku ingin membantu mereka menjadi SM di katalog 13 tahun 2011 kemarin lah aku bisa mulus ke pencapaianku sekarang. Level Director Oriflame. Tergetku Gagal. Aku tidak bisa membawa teman-teman di personal groupku ke Seminar Director di Bali. Namun, semangat dan kebersamaan tim sudah terikat dengan baik di sini. Satu kakiku berada di level manager 18% dan satunya lagi di level manager 12%. Perjalanan yang tidak mudah, namun sangat bermakna.
Sampai di level ini bukan berarti perjuanganku dan tim selesai. Aku masih harus berjuang agar teman-temanku yang lain bisa mengikuti jejakku, mencapai posisi Senior Manager, Director, dan level yang lebih tinggi lagi. Kami harus tetap berpegangan tangan untuk meraih impian kami ke depannya.
Perjalanan masih panjang bung. Jadi, tetaplah berjuang dan mencari orang-orang yang punya impian dan visi yang sama denganmu untuk menjadi orang yang lebih baik dan berguna untuk orang banyak.
Go Diamond,
Salam Sukses Selalu
Langganan:
Komentar (Atom)